1.
Variasi Bahasa dari Segi Penutur
a. Variasi
bahasa idiolek adalah variasi bahasa yang bersifat perorangan.
b. Variasi
bahasa dialek adalah variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya
relatif, yang berada pada suatu tempat, wilayah, atau area tertentu.
c.
Variasi bahasa kronolek atau dialek temporal adalah variasi bahasa yang
digunakan oleh sekelompok sosial pada masa tertentu.
d. Variasi
bahasa sosiolek adalah variasi bahasa yang berkenaan dengan status, golongan,
dan kelas sosial para penuturnya. Variasi bahasa ini menyangkut semua masalah
pribadi para penuturnya, seperti usia, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan,
tingkat kebangsawanan, keadaan sosial ekonomi, dan lain sebagainya.
- Variasi bahasa berdasarkan usia yaitu variasi bahasa
yang digunakan berdasarkan tingkat usia.
- Variasi bahasa berdasarkan pendidikan, yaitu variasi
bahasa yang terkait dengan tingkat pendidikan si pengguna bahasa.
- Variasi bahasa berdasarkan jenis kelamin adalah variasi
bahasa yang terkait dengan jenis kelamin dalam hal ini pria atau wanita.
- Variasi bahasa berdasarkan profesi, pekerjaan, atau
tugas para penutur.
- Variasi bahasa berdasarkan tingkat kebangsawanan adalah
variasi yang terkait dengan tingkat dan kedudukan penutur (kebangsawanan
atau raja-raja) dalam masyarakatnya.
- Variasi bahasa berdasarkan tingkat ekonomi para
penutur.
1) Akrolek adalah
variasi sosial yang dianggap lebih tinggi atau lebih bergengsi dari variasi
sosial lainya;
2) Basilek adalah
variasi sosial yang dianggap kurang bergengsi atau bahkan dipandang rendah;
3) Vulgar adalah
variasi sosial yang ciri-cirinya tampak pada pemakai bahasa yang kurang
terpelajar atau dari kalangan yang tidak berpendidikan;
4) Slang adalah variasi
sosial yang bersifat khusus dan rahasia;
5) Kolokial adalah
variasi bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yang cenderung
menyingkat kata karena bukan merupakan bahasa tulis;
6) Jargon adalah
variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompok sosial tertentu;
7) Argot adalah
variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh profesi dan bersifat
rahasia;
8) Ken adalah
variasi sosial yang bernada memelas, dibuat merengek-rengek penuh dengan
kepura-puraan.
2.
Variasi Bahasa dari Segi Pemakaian
- Variasi bahasa berkenaan dengan pemakaian atau
fungsinya disebut fungsiolek atau register adalah variasi bahasa yang
menyangkut bahasa itu digunakan untuk keperluan atau bidang apa.
- Variasi bahasa dari segi pemakaian ini yang paling
tanpak cirinya adalah dalam hal kosakata.
3.
Variasi Bahasa dari Segi Keformalan
- Gaya atau ragam beku adalah variasi bahasa yang paling
formal, yang digunakan pada situasi-situasi hikmat.
- Gaya atau ragam resmi adalah variasi bahasa yang biasa
digunakan pada pidato kenegaraan, rapat dinas, surat-menyurat, dan lain
sebagainya.
- Gaya atau ragam usaha atau ragam konsultatif adalah
variasi bahasa yang lazim dalam pembicaraan yang berorientasi pada hasil
atau produksi.
- Gaya bahasa ragam santai adalah ragam bahasa yang digunakan
dalam situasi yang tidak resmi.
- Gaya atau ragam akrab adalah variasi bahasa yang biasa
digunakan oleh para penutur yang hubungannya sudah akrab.
- Variasi bahasa dapat pula dilihat dari segi sarana atau
jalur yang digunakan. Misalnya, telepon, telegraf, radio yang menunjukan
adanya perbedaan dari variasi bahasa yang digunakan.
4.
Variasi Bahasa dari Segi Sarana
Ragam bahasa ini lazim dibagi
atas ragam lisan dan ragam tulisan. Ada dua hal yang perlu diperhatikan
sehubungan dengan perbedaan ragam lisan dan tulisan, antara lain:
- Berhubungan dengan suasana peristiwanya. Kalimat dalam
ragam tulisan harus lebih cermat, fungsi-fungsi gramatikal harus nyata.
- Berkaitan dengan beberapa upaya yang digunakan dalam
ujaran, misalnya tinggi rendah dan panjang pendeknya suara serta irama
kalimat yang sulit dilambangkan denngan ejaan dan tata tulis yang kita
miliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar