Hai kawan disini saya akan berbagi
cerita tentang pentingnya penggunaan bahasa Indonesia di era teknologi semoga
dapat bermanfaat bagi kalian semua. Disini saya sebagai penulis akan
menerangkan dampak positif dan dampak negatif penggunaan bahasa Indonesia. Selamat
membaca ya kawan…
Dengan semakin berkembangnya
teknologi di dalam kehidupan kita akan berdampak juga pada perkembangan dan
pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan
budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa
Indonesia harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas. Konsep-konsep
dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan
demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan
pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk
bahasa Indonesia, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana
pendukung pertumbuhan dan perkembangan IPTEK itu.
Dengan jumlah penduduk yang banyak
mengakibatkan bahasa Indonesia sangat rentan terhadap pengaruh era globalisasi.
Baik pengaruh secara positif maupun pengaruh negatif.
1.
Dampak positif
a. Bahasa
Indonesia mulai dikenal oleh dunia internasional.
Terbukti ada beberapa Universitas di
luar negeri yang mempunyai fakultas Sastra Bahasa Indonesia. Karena menurut
mereka negeri kita ini adalah negeri yang subur dan kaya raya. Yang mempunyai
bermacam-macam budaya, flora-fauna, serta potensi-potensi lainnya.
b. Meningkatnya
pengetahuan masyarakat internasional tentang bahasa Indonesia.
Dengan perkembangan tekhnologi saat
ini seperti TV penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam
pembacaan berita misalnya yang disaksikan oleh masyarakat Indonesia.Masyarakat
akan banyak mendengarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga akan
mempengaruhi berkembangnya bahasa Indonesia yang baik dan benar.
c. Meningkatnya
terjemahan buku-buku kedalam Bahasa Indonesia.
d. Pengaruh
global teknologi akan memperkaya kosa kata bahasa Indonesia.
Pertukaran informasi dari bahasa
asing (terutama bahasa Inggris) mempunyai pengaruh terhadap bahasa Indonesia
yang tidak dapat dibendung lagi. Contohnya information menjadi informasi.
2.
Dampak negatif
a. Masyarakat
Indonesia tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Masyarakat Indonesia adalah
masyarakat yang konsumtif dan penasaran serta suka dengan hal baru.
Terutama sekali dengan adanya berbagai perubahan pada berbagai peralatan
elektronik. Hal ini sangat berdampak buruk terhadap pola berpikir masyarakat.
Misalnya pada kalangan remaja dengan adanya internet, anak-anak sekarang ini
senang bermain jejaring sosial seperti facebook. Dengan adanya jejaring sosial
seperti facebook terkadang melalui jejaring sosial tersebut anak-anak banyak
mengggunakan bahasa gaul sehingga tidak lagi memperhatikan kaidah penggunaan
bahasa Indonesia yang baik dan benar.
b. Berkurangnya
minat generasi muda untuk mempelajari bahasa Indonesia.
Generasi muda cenderung untuk lebih
menyukai sesuatu yang modern atau maju. Dengan masuknya budaya-budaya asing dan
bahasanya tentu lebih menarik bagi sebagian besar generasi muda untuk
dipelajari.
c. Bercampurnya Bahasa
Indonesia dengan bahasa-bahasa asing.
Banyak masyarakat yang lebih
bangga dan membangga-banggakan menggunakan bahasa negeri orang lain. Atau malah
mencampur-campur bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Hal ini sering terjadi
di masyarakat. Baik secara lisan maupun tulisan-tulisan di sms (sort
messsage servis) dan di dunia maya (facebook, tweeter, dll).
d. Memperkaya
kosakata bahasa Indonesia.
Dengan memperkaya kosa kata bahasa
Indonesia kita akan semakin mudah untuk memahami dan memperkuat tutur kata yang
sopan dalam berbahasa Indonesia. Secara singkat hal ini dapat meningkatkan rasa
berbahasa Indonesia dengan baik dan benar
e. Hilangnya budaya
tradisional.
Dengan adanya perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi membuat hilangnya budaya anak-anak bermain permainan tradisional.
Anak-anak sekarang cenderung lebih menyukai permainan berbasis online daripada
bermain di lapangan. Permainan online yang digemari sering membuat anak lupa
waktu dan tidak tertarik pada pelajaran sekolah. Orang tua harus bisa
mengontrol dan mengawasi anak supaya tidak mengubah pola pikiran mereka kearah
yang negatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar